Jumat, 08 April 2011

[S.R.A.BI] Mengejar si "Curry"

"Semalam aku mimpi, mimpi buruk sekali.. "
Ah, nggak juga. Lirik lagu di atas nggak ada hubungannya sama sekali dengan kisah yang satu ini. Walaupun udah di ceritain sama si duet nggilani di atas, saya tambahin aja deh biar ceritanya lengkap dan nggak menimbulkan fitnah. Hehehe.. Karena jelas saja, fitnah lebih kejam daripada fitnes. =D wkwkwk

iki jenenge pejer . . . 
Nguiing nguiing. Ponselku berbunyi. Nguiing nguiing, begitu bunyinya.
Kek lagu jadul berjudul "pejer" tea. Tau?? Kalau ga tau, PAYAHH!!

Lanjutt.. Baru saja keluar dari ruangan panas. Panas karena soal-soal dari Mrs. Rini yang membuat otak menguap. Ternyata "1 message received". Ayam sms, tumben. Biasa, kalau ada sms dari dia pasti ada maunya. Ternyata betoooll. Awalnya minta diajarin. Haaah?? Sejak kapan Rubah bisa ngajarin?? Ayam pula yang diajarin. Yang ada ntar Ayamnya disantap idup-idup sama si Rubah ganas. Hwahahaha (Tertawa licik.. >,< ). Tapi belakang-belakang smsnya mulai memunculkan hawa bagus. Yaaiiiy. Diajakin masak di kandang Ayam. Kalau ada masak-masak, pasti ada makanan. Kalau ada makanan, pasti kenyang. Asiiik. Dengan sengaja, saya kosongkan perut saya dari sore hingga petang, demi menghabiskan makanan, yang bilangnya sih judulnya "curry".

Allahu Akbar, Allahu Akbar. Alhamdulillah. Adzan berbunyi yang menandakan, . . . Apa hayoo??

Yap, yang menandakan, pesta ngabisin makanan akan segera tiba. hahaha.

Segera beberes dan percantik diri, dan yang pasti, perut sudah siap menampung asupan makanan-makanan yang katanya berlabel "Curry". Udah beres beberes, kuangkat pejer dan kukirimkan pesan kepada si Ayam, "Ini mau meluncur kesana". Eh, dapat balasan dari si Ayam ternyata dia belum ada di kandangnya. Yasudah, saya palingkan langkah kaki, menuju kamar kembali menghadap laptop tercinta.

Tak lama, nguiing nguiing. Ponselku kembali bergetar karena sebuah pesan dari ayam. Dia sudah kembali ke kandangnya. Saya pun langsung capcus. Eh, bentar bentar, oleh-olehnya ketinggalan. Lima bungkus (bukan) dorayaki cokelat sengaja saya bawa khusus untuk hewan-hewan kelaparan di sana.

cliingg.. saya pun tiba di kandang Ayam. Ternyata belum ada seekor pun (kecuali si pemilik kandang) yang ada di sana. Hal pertama yang dilakukan, bagi-bagi oleh-oleh. Hahaha. Hal kedua, membicarakan bagaimana dengan rencana masaknya. Wew. Si Ayam lupa beli daging buat "Curry" tea. Ujung-ujungnya saya juga yang disuruh beli. Hmmm. Agak malas sih. Oke lah. Tak apa, tapi, tetep, ujungnya ga jadi beli. Hahaha. Sembari menunggu ayam selesai menghilangkan baunya, saya niatkan untuk masak nasi.

Behhh... Mambu opo iki. Ra penak tenan. ghghghg...
Harus tahan nafas berapa lama ni. Usut punya usut ternyata bau tak sedap itu bersumber di si penanak nasi. Di tambah lagi kondisi dapur yang jauh dari kata bersih, menghilangkan sedikit mood saya. TT
Udahlah, yang penting masak nasi dulu.

Glotakkk.. Srrrr.. glook glook.. plookk.. Jleeb..

Tugas pertama selesai. Waiting for the next task.

Eh, si Sapi dateng juga. Tapi, lamaaaa.. =,=

Babi juga dateng, tapi, lebih lamaaaaaa.. =,= =,= =,=

Waduh, teringat lagi akan daging. Dan waktu sudah menunjukkan pukul 21.40. Mana ada yang jualan daging jam segini. Entah ide darimana, jadilah sosis sebagai pengganti daging untuk dicampur dengan si "Curry". Rubah dan Babi meluncuuuurrr, mencari bakul sosis di sekitar Jakal.

Bukannya nemu bakul sosis, malah nemu bakul jagung rebus. Hahaha.. Sambil nyelem keselek. Sayangnya ini gak nyelem jadi gak keselek deh +,+. Sambil beli sosis, beli jagung rebus juga. Lumayan buat ganjel perut sebelum menyantap si "Curry".

Kelar beli 2 barang itu, kembali lah Rubah dan Babi ke kandang Ayam. Babi langsung sibuk dengan proyek PAN dan PSA bersama si Ayam. Rubah? Sapi?


Bagaimana kalau kita ke dapur. Ngapain?? Dasar Sapi ada aja tingkahnya, emang bener gak ada kerjaan, dilibas abis semua kotoran di dapur. Bak malaikat penolong turun dari comberan. Wkwkwkw.









Saya, Rubah tampan dari kostan, yang selalu cekatan, elegan, dan, elok rupawan, masa diam saja melihat kebatilan, dan ketidaknyamanan berkeliaran? Sekejap, malaikat penolongnya jadi ada dua sekarang. ^^,

Ting . . . tang. . .  tong. . . . bruusshhh.. sreeekk sreekk..




Eits.. Bentar, bentar, malaikat penolongnya nambah jadi 3 sekarang tambah Mr. Muscle. 

Croott.. crottt..

Bau te-empat-satu sedikit demi sedikit menghilang. Yah, berkat sapa lagi kalau bukan sang pahlawan ke-3.

Cukup melelahkan? Nggak keknya. Orang cuman glotakan aja didapur. Dan inilah saat yang ditunggu-tunggu. Bikin "Curry". Yaiiiy..

Bujubuneng, si sapi malah mendengkur. Saya, Rubah tampan dari kostan, ikut tidur juga ah.. Bedanya nggak sampai ketiduran kek si Sapi. Saya hanya sedikit melepas lelah di atas sofa.

. . . . . . .

 . . . . . . . .
. . . . . . .

 . . . . . . .

Yah, begitulah kisah "Mengejar si "Curry"", yang berakhir dengan kejahatan si Babi ndelikke ponsel saya, Rubah tampan dari kostan. Walhasil, pulang tanpa harta berharga apapun, selain Belalang tempur dan seonggok tas.

Kisah berlanjut pada "An unwealthy day".

0 komentar:

Posting Komentar

Our Beloved Hamster